Sabtu, 01 Desember 2012

Pemikir atau Pecundang

Siang itu gue baru pulang dari meeting sama atasan-atasan di Kantor Pusat daerah Cakung.
yaa bahasanya doang keliatan keren. "meeting"
Padahal cuma pertemuan yang bahkan gue sendiri juga nggak ngerti kesimpulan dari pertemuan itu. yang penting sih gue dateng. absen. beres.
Yang masih jadi pertanyaan, "INI KENAPA HARUS HARI MINGGU SIH MEETINGNYA!".
Atasan macam apa itu. maksa bener. hih!
#KembalikanJamTidurtiduranSambilNontonTvSaya #NaikkanGajiPegawai #BayarinUangKuliahSaya

Kerennya, gue sama sekali nggak tau jalan ke atau pulang dari Kantor Pusat. iya, gue emang kurang berbakat buat jadi karyawan teladan. (--,)>
Berangkatnya sih bareng temen. gue ngebuntutin dari belakang. tapi pulangnya sendiri karna temen gue itu langsung pulang ke tempat orang tuanya di Bekasi.
Jadi lah gue pulang sendirian cuma bermodalkan tanya-tanya sambil ngeliatin papan petunjuk jalan. kemudian nyasar. pfftt
Nggak tau kenapa padahal hari Minggu, jalanan penuh sesak, macet disana-sini. Bikin gue ngerasa pengen banget masang baling-baling bambu di motor yang gue naikin.
Di daerah Pasar Rebo, jalanan maikin macet (entah kenapa gue bisa lewat situ, padahal jalurnya juga malah makin jauh).  
*rubuhin papan petunjuk jalan*

Udah jadi kebiasaan gue, kalo kena macet dan lagi nggak buru-buru, gue selalu berhenti dulu ke warung buat istirahat sambil beli minum atau bakar rokok.
Bete juga macet-macetan di jalan gede yang tetep ga muat buat semua kendaraan.

Lagi asik ngotorin paru-paru, dari kejauhan gue ga sengaja ngeliat sosok yang nggak asing buat gue. Sosok yang nggak asing itu berdiri tepat di depan halte yang jaraknya kira-kira 20 meteran dari tempat gue duduk.
"hah.. itu kan..", kata gue dalam hati, "mau kemana dan ngapain dia disini?"
dan sedetik kemudian, "ehm oiya, ya.. dia kan ngambil kuliah hari Minggu, dan letak kampusnya juga seinget gue ga jauh dari sini".

iya, dia mantan pacar gue yang putus sama gue beberapa bulan lalu setelah 3 tahun lebih pacaran.
pffft, bagusnya dia nggak ngeliat gue.

Gue pun bengong ngeliatin ke arah dia.
yang kemudian ada di pikiran gue saat itu, gue nyapa dia lalu ngajak kawin pulang bareng atau pura-pura nggak ngeliat kemudian pulang dengan penuh tanda tanya sekaligus nenteng karung yang ditulisin "pecundang".

Kalo gue sapa dan gue ajak bareng, bakalan ada beberapa kemungkinan yang sebagian besarnya kemungkinan buruk.

Dia Tetep Respect
itu kemungkinan pertama. positif.
misalnya..
gue : "hei.. ngapain sendirian disini? darimana mau kemana?"
dia : "eh, litel.. gue abis kuliah. lagi nunggu bis, mau pulang. lo sendiri?"
gue : "gue abis dari kantor nih. bareng yuk?"
dia : "nggak ngerepotin?"
gue : "nggak kok, yuk!"
dia : "okey"
kemudian gue nganter dia pulang dan putri salju pun hidup bahagia selamanya. tamat.

itu kemungkinan pertama, kemungkinan bagus.
dan kemungkinan kedua, buruknya,

Dia Pura-pura Nggak Kenal
gue : "hei.. elo ngapain sendirian disini? darimana mau kemana?"
dia : "ih, siapa elo?"
gue : "yeee.. sombong bener. mau bareng nggak?"
dia : "najis!"
gue : "dih, serius gue ga ada maksud apa-apa. bareng yuk. gue anterin sampe rumah. yuk?"
dia : "TOLOOOONG!!! ADA PENCULIK CEWEK UNYU.. TOLOOOOOONG"
gue : "........"

Kemudian warga berdatangan dan gue pun pulang dalam keadaan kuping kanan dan kuping kiri misah.
serem.

Setelah kelamaan mikir dan nimbang-nimbang, gue pun memutuskan bahwa kemungkinan kedua itu terlalu absurd dan maksa.
Ok, gue ajak bareng aja deh. cewek ga baik pulang sendirian.
Gue nengok lagi ke arah dia, dan,
"KOK NGGAK ADA!! DIA KEMANAAAA? APA JANGAN-JANGAN DI DICULIK ALIEN YANG NAEK NAGA TERBANG?! AAAAAKKKKK!!!"

Sial, dia pasti udah naik bis duluan. aduuuh..
Gue nyesel kenapa tadi gue mikir terlalu spesifik, lama, dan... 
nggak penting.

Setelah nangis sambil guling-gulingan di trotoar itu gue pun pulang dengan keadaan ribet.
iya, ribet. tangan kanan gue berusaha nyeimbangin stang motor, dan tangan kiri gue nenteng karung yang ditulisin "pecundang".
kusut.

dari situ gue dapet semacem wejangan buat diri gue sendiri, 
Niat baik secara ragu-ragu akan menghasilkan kegagalan sebelum maju
#Anjisss #SokBijakLoNjir #Bodo #SukasukaGue

---------------------------------------------------------------------------------

Ehm, ini cerpen pertama. maaf kalo berantakan. :p

3 komentar:

  1. Gue setuju sama wejangannya..
    Tapi kalo dalam perencanaan apakah harus tanpa berfikir juga?

    BalasHapus
  2. Zulfan: itu beda lagi ceritanya :p

    Angga: aih, ssstt :p
    salam kenal juga, bang :)

    BalasHapus