Aku sedikit terbangun ketika mendengar suara gemericik air di kamar mandi. Kamar mandi yang letaknya di luar ruangan kost-kostan berukuran 3×3 meter ini. Kulirik jam dinding, jarum pendek masih menunjukkan angka empat.
Hemm, yang di kamar mandi itu pasti Adit. Teman satu kampusku yang kebetulan sedang menginap. Tugas kelompok yang aku dan lima orang teman lainnya kerjakan semalam cukup menguras tenaga. Entah pukul berapa tugas itu selesai kami kerjakan. Yang kuingat, aku langsung tertidur seusai teman-teman yang lain pamit pulang.
Dan diantara teman-temanku itu, rumah Adit-lah yang jaraknya paling jauh. Sehingga ia memutuskan untuk menginap. Tapi tidak kusangka ia punya kebiasaan mandi pagi di hari libur seperti ini.
"Ngapain lu mandi jam segini? Kesambet? Haha", teriakku ke arah kamar mandi tanpa keluar kamar.
Aku berani berkata seperti itu karena saat ini penghuni kost-kostan hanya aku. Maklum, kost-kostan baru. Karena itulah aku yakin yang di kamar mandi itu Adit.
Ia tidak menjawab. Mungkin kesal karena aku meledek kebiasaan baiknya.
Tanpa memusingkan Adit yang tidak menjawab, aku kembali berbaring terlelap. Memanjakan kelopak mata yang terasa sungguh berat.
****
Sekitar jam delapan aku terbangun. Hari Minggu seperti ini enaknya bermalas-malasan seharian. Ingin rasanya aku tidur sampai siang.
Kulihat sekeliling, Adit tidak ada.
"Diiiiit", teriakku mencari-cari ke arah luar luar setelah membuka jendela.
Tidak ada jawaban.
Ah, mungkin ia keluar membeli makanan. Baik sekali dia. Tau saja nasib anak kost di tanggal seperti ini.





